Demi Membentuk Generasi yang Kritis, HIMASKA Adakan Sekolah Advokasi 2020


Pekanbaru (02/11/2020) — HIMASKA FMIPA UNRI melalui Divisi Advokasi mengadakan acara Sekolah Advokasi (SEKAD). Acara dilaksanakan Minggu 1 November 2020 secara online via Zoom Meeting. Acara SEKAD ditujukan untuk mahasiswa baru angkatan 2020 yang bertujuan untuk mengenalkan advokasi secara mendalam, mulai dari arti dari advokasi itu sendiri hingga manajemen aksi. Dalam acara kali ini, HIMASKA menghadirkan pemateri-pemateri hebat, yakni Sandi Purwanto, Kadis Advospol BEM FMIPA UNRI 2020/2021 dan Bayu Septian yang merupakan Presiden Mahasiswa UMY 2020.
.
Acara SEKAD dihadiri Gubernur Mahasiswa BEM FMIPA UNRI, Ketua Kelembagaan selingkungan FMIPA UNRI, DPO HIMASKA FMIPA UNRI 2020/2021, para pengurus HIMASKA FMIPA UNRI 2020/2021, dan para peserta SEKAD 2020. SEKAD diawali dengan acara pembukaan yang dipandu  Nur Aida Ningsih selaku pembawa acara.
.
Dalam kata sambutannya, Muhammad Muzzakir selaku Ketua Pelaksana SEKAD 2020 berharap bahwa Sekolah Advokasi ini dapat membentuk kader-kader HIMASKA agar memiliki pikiran yang kritis dalam menghadapi suatu permasalahan. Tak ketinggalan, Ridho Dwi Saputra selaku Bupati Mahasiswa HIMASKA FMIPA UNRI periode 2020/2021 juga menyampaikan, "Hiduplah seperti kita akan mati esok hari dan belajarlah sekan kita hidup selamanya. Artinya, anggaplah itu saat-saat terakhir kita untuk belajar dan berusaha serta tidak merasa puas setelah mendapatkan ilmu yang baru dan selalu belajar untuk menjadi mahasiswa yang lebih baik." Acara resmi dibuka oleh Gubernur Mahasiswa BEM FMIPA UNRI 2020/2021, Kaharuddin HSN. DM. "Advokasi bukan sekedar aksi turun, ke jalan, bukan juga untuk menuntut sesuatu yang bersifat pribadi, tetapi tentang kepentingan bersama," ucap Kahar dalam kata sambutannya.
.
Setelah acara pembukaan berakhir, acara diambil alih Ardi Kurniawan dan Nur Ainun selaku MOT. Sebelum memasuki materi, MOT memperkenalkan jargon SEKAD dan juga menampilkan video SEKAD tahun lalu.
.
Adapun materi pertama dipandu oleh moderator Muhammad Rizki Dwifattah dan disampaikan oleh Sandi Purwanto. Sandi memberi materi tentang Pengertian dan Alur Advokasi. Ia menerangkan bahwa advokasi memiliki beberapa pengertian yaitu advokasi bisa memajukan, membela, menciptakan, mengubah, dan mengemukakan. "Advokasi adalah suatu bentuk upaya untuk mempengaruhi kebijakan publik dengan melakukan berbagai macam pola komunikasi yang persuasif," terang Sandi lebih lanjut. Sandi menjelaskan kepada para peserta bagaimana alur advokasi bisa sampai di tahap terakhir yakni menerjunkan massa aksi untuk melakukan demonstrasi. Selain itu, Sandi juga menjelaskan bagaimana advokasi yang baik.
.
Seperti biasa, selesai penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta begitu antusias bertanya kepada pemateri. Selesai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat secara simbolis. "Ketika kita melalukan advokasi, kita tidak memandang orangnya seperti apa yang penting kita melakukannya dengan ikhlas. Kita tidak peduli diskriminannya berapa nilainya apakah besar dari nol, kecil dari nol, atau sama dengan nol. Namun, jika nilai A pada variabel persamaan adalah besar dari nol, maka akan ditemukan parabola ke atas, yaitu senyuman yang kita tujukan kepada orang lain," ucap Sandi dalam closing statement-nya.
.
Setelah sesi materi pertama ditutup moderator, para peserta diminta untuk mengisi feedback selama tujuh menit. Acara ditutup sementara untuk ishoma dan dilanjutkan pukul 12.50 WIB untuk materi kedua.
.
Acara disambung siang hari dan disambut oleh MOT. Sebelum memasuki materi kedua, MOT mengajak bermain games dengan peserta. Materi kedua disampaikan oleh Bayu Septian tentang Manajemen Aksi dan Teknik Orasi yang dipandu moderator Muhammad Muzzakir. "Perhatikan apa yang kita pikirkan maka itu akan keluar menjadi kata-kata. Perhatikan kata-kata yang kita keluarkan maka itu akan keluar menjadi action atau perbuatan. Perhatikan action yang kita keluarkan maka itu akan menjadi habit atau kebiasaan. "Konsep dari orasi merupakan seni komunikasi, bagaimana cara kita menyampaikan sesuatu. 'Mengubah Dunia dengan Bicara', artinya kita mengubah pandangan orang lain ketika kita berbicara," ucap Bayu.
.
Bayu juga menjelaskan tentang pentingnya public speaking dalam sebuah orasi. "Public speaking tidak sekedar berbicara di depan umum," ucap Bayu dengan penekanan. Selain memberi materi, Bayu juga memberikan motivasi untuk para peserta agar selalu menjadi mahasiswa yang kritis dan selalu peka dengan persoalan yang ada. "Kerja pemuda itu bukan hanya melahirkan gagasan atau memikirkan persoalan, melainkan mengupayakan perubahan."
.
Sesi tanya jawab dibuka moderator untuk tiga pertanyaan dari para peserta. Setalah tanya jawab, Bayu pun menyampaikan closing statement-nya, "Terima kasih untuk kawan-kawan semua. Dan jangan pernah takut untuk mengungkap kebenaran karena dicaci maki dalam kebenaran itu lebih mulia dibandingkan disanjung-sanjung dalam kemunafikan." Acara disambung dengan penyerahan plakat secara simbolis dan tidak lupa berfoto bersama dengan pemateri. Para peserta juga diminta untuk mengisi feedback selama tujuh menit.
.
Di penghujung acara, MOT kembali mengajak peserta untuk bermain game. Setelah itu, MOT menjelaskan tentang lomba orasi kepada para peserta. Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, mulai dari pemenang lomba caption, peserta terbaik putra, dan peserta terbaik putri yang disampaikan MOT. Acara resmi ditutup Pembawa Acara pukul tiga lewat sepuluh siang. (EW)
.
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
.
—PARTITION GENERATION—
.
##HIMASKAFMIPAUNRI
##PARTITIONGENERATION
##PressRelease
.
Bupati HIMASKA : Ridho Dwi Saputra
Wakil Bupati HIMASKA : M. Irvan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *