Pelayanan Advokasi terhadap Laporan Keberatan Kelompok UKT yang diterima

Pekanbaru(30/04/2018)

          Seorang mahasiswa baru Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam beserta orangtuanya mengeluhkan perihal tarif UKT yang didapatnya setelah mengisi borang pendaftaran ulang UNRI. Mereka mendatangi sekretariat Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMASKA) terkait dengan hal ini.

          Salah satu Dewan Pembina Organisasi HIMASKA, Syafrul Ardi, dan beberapa Staff Divisi Advokasi HIMASKA, kemudian berinisiatif untuk menemui Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FMIPA UR, Dr. Elfizar, S.Si, M.Kom.

          Dalam pertemuan dengan Wakil Dekan II, Bapak Elfizar sampaikan, “Untuk perihal ini, karena belum serah terima mahasiswa, maka kami dari pihak jurusan belum punya hak dan wewenang untuk bisa mengurus penurunan UKT, maka dari itu kami alihkan ke pihak rektorat” Ungkapnya.

         UKT mahasiswa tersebut berada pada golongan ke-4, yakni sebesar Rp3.175.000,00. Ia mengaku, pada saat mengisi borang, terjadi kesalahan pengisian data. Terkhusus dalam pengisian jumlah gaji orangtuanya.

         Setelah menjumpai Wakil Dekan II, Ketua Divisi Advokasi HIMASKA, Sekretaris Divisi HIMASKA dan pemohon mendatangi rektorat untuk meminta kejelasan terkait hal ini.

         Dalam pembicaraan mereka bersama dengan Kasubag Hukum Tatalaksana, Yuslinar, S.Sos beserta Staff nya, Mira, menghasilkan poin bahwa kesalahan terletak pada mahasiswanya sendiri, dimana telah memfinalisasi data, sebelum data yang ada sudah akurat. Terkait hal ini, solusinya adalah ikuti terlebih dahulu prosedurnya, dibayar dulu sewaktu daftar ulang, setelah itu pada bulan 10, data yang sudah di finalisasi tersebut, baru bisa di revisi. Karena dalam pengisian borang, ini merupakan sistem yang sudah terhubung ke bank yang bersangkutan. Sehingga, jika diubah pada saat ini, maka sistem yang lain akan ikut berubah.

         Senada dengan hal itu, Staff Teknisi, Burhan sampaikan “Untuk pengubahan data mahasiswa terkait dengan penurunan UKT, sistem dibuka setelah penyerahan mahasiswa baru pada 17 Agustus, dan akan kita evaluasi datanya pada awal bulan 10. Selalu kita buat pengumuman untuk penurunan UKT, dan diberi waktu 3 minggu untuk mempersiapkan berkas revisi UKT tersebut.”, ungkapnya.

         Orang tua mahasiswa baru tersebut juga mengeluhkan bahwa sesuai jadwal pendaftaran ulang dan tes kesehatan anaknya pada 4 Mei 2018, anaknya juga harus membawa bukti setoran pembayaran UKT, dimana ia belum bisa mempersiapkan uang untuk hari itu.

         Kemudian Burhan menambahkan “Sistem urutan dibuat supaya tidak menumpuk pada saat tes kesehatan. Jadi, tidak mesti daftar ulang pada tanggal 4, jika belum bisa pada hari itu. Tetapi, jangan sampai daftar ulangnya di hari – hari terakhir, karena jika terdapat berkas yang kurang, panitia tidak bisa bantu di hari berikutnya. Untuk solusi selanjutnya, mahasiswa yang bersangkutan bisa mengajukan berbagai beasiswa untuk mengatasi masalah UKT, selain mempersiapkan bahan untuk revisi pada bulan 10 kelak” Pungkasnya.

         Terkait dengan hal ini, maka langkah selanjutnya dari Divisi Advokasi HIMASKA yakni akan mengadakan rapat untuk membahas usaha agar mahasiswa baru tersebut tetap dapat kuliah.

 

-Convergent Generation-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *