SEKOLAH ADVOKASI 2018 SEKALIGUS PEMBUKAAN PEMBINAAN KADER HIMASKA FMIPA UNRI

•HIMASKA NEWS•

Pekanbaru(10/10/2018)—Sabtu, 06 Oktober 2018, telah dilaksanakan Sekolah Advokasi(SEKAD) 2018 HIMASKA FMIPA UNRI yang bertemakan “Membangkitkan Jiwa Advokasi Guna Mewujudkan Generasi Kritis dan Analitis” untuk Mahasiswa Baru 2018 dan sekaligus Pembukaan Pembinaan Kader di Auditorium FMIPA Universitas Riau.

ㅤㅤ

Acara dibuka oleh MC, yakni Saudara Jhon Person dan Saudari Putri Khairunisa, selanjutnya pembacaan Ayat Suci Al-Quran beserta artinya oleh Saudari Siti Nurjannah dan Saudari Percilia Juliana, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, dan Mars IKAHIMATIKA oleh seluruh peserta Sekolah Advokasi, pengurus dan DPO HIMASKA serta seluruh tamu undangan yang dipimpin oleh Saudari Shelly Sagita. Se

telah itu kata sambutan dari Ketua Pelaksana Sekolah Advokasi(SEKAD) 2018 yakni Saudara Zidef Rizky. “Sesuai dengan tema kita kali ini, adalah bertujuan untuk sebagai penyadaran khususnya kepada mahasiswa baru terhadap nilai-nilai keadvokasian yang kritis dan analitis. Semoga harapannya dilaksanakan acara ini dapat membangkitkan jiwa advokasinya, serta dapat menerapkannya agar bisa menjadi penggerak bangsa atau menjadi pemimpin bangsa yang analitis dan kritis”, ujarnya. Kemudian kata sambutan dari Ketua Umum HIMASKA yakni Saudara Ervino Kurnia Bagaskara dan diakhiri kata sambutan dari Gubernur Mahasiswa FMIPA UNRI sekaligus peresmian pembukaan Sekolah Advokasi oleh Saudara Syafrul Ardi. Sebelum memulai ke acara inti, pembacaan doa dipimpin oleh Saudara Nur Ahmad. Setelah pembacaan doa, acara diambil ahli oleh MOT, yakni Saudara M. Riki dan Saudari Cevynda Setia Putri.

ㅤㅤ

Sebelum masuk ke penyampaian materi, acara pertama adalah penanyangan film pendek tentang aksi. Selesainya penayangan aksi, MOT memberikan pertanyaan mengenai video aksi tersebut kepada peserta dan dijawab oleh beberapa peserta. Setelah penayangan film pendek, acara selanjutnya yaitu penyampaian materi pertama dan diambil alih oleh moderator pertama, yakni Saudari Tengku Siti Sholeha. Moderator terlebih dahulu memperkenalkan dan membacakan profile pemateri. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang “Teknik Advokasi” oleh Saudara Indra Rangkuti. “Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk menciptakan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat atau mencegah munculnya kebijakan yang diperkirakan merugikan masyarakat. Advokasi terdiri atas sejumlah tindakan yang dirancang untuk menarik perhatian masyarakat pada isu, dan mengontrol para pengambil kebijakan untuk mencari solusinya”, ujarnya dalam sepenggal materi yang disampaikan. Setelah pemateri selesai menyampaikan materi, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh pemateri. Kemudian foto bersama Ketua Umum HIMASKA sekaligus pemberian plakat kepada pemateri.

ㅤㅤ

Setelah selesai materi pertama, acara diambil alih kembali oleh MOT untuk arahan ke moderator kedua, yaitu Saudari Anisya Puja. Moderator juga memperkenalkan dan membacakan profile pemateri kedua terlebih dahulu. Kemudian penyampaian materi tentang “Teknik Aksi” oleh Saudara Popo Haryanto. “Kenapa kita perlu aksi? Karena alur advokasi terhambat (tidak menemui solusi), tidak bisa melalui jalan lobby, negoisasi, dan dianggap tidak penting. Perangkat aksi sendiri terdiri atas korlap, orator, border/keamanan, dokumentasi, medis, tim kreatif, dan mata-mata atau kontra-intel.  Terdapat pula strategi pendukung aksi, yaitu kalimat poster/spanduk, seragam/identitas, propaganda masyarakat, yel-yel, simbolisasi, press release, aliansi taktis dengan organisasi lain, dan beri senyuman kepada wartawan”, ujarnya dalam sepenggal materi. Setelah pemateri selesai menyampaikan materi, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh pemateri. Kemudian foto bersama Ketua Umum HIMASKA sekaligus pemberian plakat kepada pemateri. Setelah dua materi disampaikan, acara diambil ahli kembali oleh MOT dan kemudian seluruh peserta Sekolah Advokasi melaksanakan sholat dzuhur di musholla FMIPA, lalu berkumpul di Auditorium FMIPA Universitas Riau untuk makan siang bersama peserta dan seluruh pengurus.

Acara selanjutnya Simulasi Konsolidasi Aksi yang dipimpin langsung oleh Saudara Popo Haryanto. Setelah itu para peserta Sekolah Advokasi melakukan Simulasi Aksi di sekitaran FMIPA Universitas Riau. Selesai melakukan Simulasi Aksi, seluruh peserta Sekolah Advokasi melaksanakan sholat ashar di mushola FMIPA, kemudian berkumpul kembali di Auditorium FMIPA Universitas Riau untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu Lomba Orasi Perkelompok dengan 3 orang juri yakni Saudara Popo Haryanto, Saudara Syafrul Ardi, dan Saudara Ahmad Ardiansyah. Setelah selesai lomba orasi perkelompok, pembacaan 3 pemenang lomba orasi perkelompok yang telah ditetapkan oleh juri.

ㅤㅤ

Sebelum acara Sekolah Advokasi ditutup, dilanjutkan dengan acara Pembukaan Pembinaan Kader yang diawali kata sambutan dari Kepala Divisi Kaderisasi yakni Saudari Destya Ghovar Rahmayenti. “Kenapa acara pembukaan pembinaan kader ini digabung? Karena pastinya sangat sulit untuk mempertemukan kita semua. Nah, pembinaan kader ini khusus untuk mahasiswa baru matematika dan statistika angkatan 2018, yang mana kader ini sangat penting. Tujuannya untuk menjadi salah satu pembimbing bangsa nantinya.”, ujarnya. Kemudian kata sambutan dari Ketua Umum HIMASKA yakni Saudara Ervino Kurnia Bagaskara sekaligus peresmian Pembukaan Pembinaan Kader. Lalu acara terakhir dari pembukaan pembinaan kader ini adalah pembagian kelompok pembinaan kader berserta pembinanya.

Dengan demikian, berakhirlah semua acara pada 6 Oktober 2018 dan acara ditutup dengan sesi foto bersama pengurus dan peserta Sekolah Advokasi 2018. (EFSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *