SIGMA • Briket Kulit Durian

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo Sobatika!
SIGMA hadir kembali menemani malam minggu kamu, baik yang sedang di rumah/kos ataupun lagi jalan-jalan. Nah, kali ini kita akan membahas tentang Briket Kulit Durian! Kira-kira apa ya? Pasti penasaran kan? Tunggu apalagi, yuk kita kepoin!!

Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api.

Sekarang ini sudah banyak para peneliti dan pengusaha briket yang mencoba mengembangkan pembuatan briket berbahan dasar duren sebagai bahan bakar alternatif, tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan bahan bakar terbaru yang lebih efisien. Di zaman sekarang, pasokan minyak bumi lama kelamaan sudah semakin berkurang dan terus berkurang, sehingga kita harus segera mencari pengganti yang bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Briket arang tersebut pada umumnya terbuat dari tempurung atau batok kelapa, serbuk gergaji kayu, dan juga yang lainnya. Tetapi, berdasarkan penelitian menemukan ternyata sisa buah duren itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, tepatnya yaitu kulit buahnya yang berduri-duri tersebut.

Penasaran kan bagaimana cara membuatnya? Yuk simak!
Cara pembuatan:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan yakni mengumpulkan semua kulit duren yang bisa kita dapat, makin banyak makin baik, biar gak ada bau duren di sekeliling kita.
  2. Kemudian, cuci sampai bersih semua kulit duren itu.
  3. Setelah itu, semua kulit duren yang sudah kita bersihkan tadi, kita masukkan ke dalam tong besi untuk proses pembakaran. Pastikan waktu proses pembakaran ini tidak ada udara yang keluar masuk tong besinya dengan mudah, sehingga harus kita tutup rapat, karena jika tidak ditutup rapat maka kulit durennya malah jadi abu, bukannya jadi arang. Tapi jangan lupa untuk melubangi bagian atas tong besinya untuk lubang ventilasi. Kita bakar sampai kulit duren itu berubah jadi arang.
  4. Kemudian dinginkan sejenak, terus hancurkan sampai menjadi pecahan-pecahan kecil atau sampai jadi seperti bubuk/tepung dengan menggunakan mesin penepung arang.
  5. Kemudian arang kulit duren yang sudah kita hancurkan tersebut, kita cetak dengan menggunakan mesin pencetak briket. Pastikan kita cetak briketnya sesuai dengan ukuran dan kepadatan yang diinginkan.
  6. Setelah dicetak, jemur briket durennya dibawah sinar matahari sampai benar-benar kering, tujuannya untuk bisa mengurangi kadar air yang masih terkandung di dalam briketnya. Setelah itu, briket kulit duren bisa dugunakan.

Perbedaan briket arang yang terbuat dari tempurung kelapa dengan briket arang kulit duren ini terletak pada jumlah kalori yang dihasilkan. Kalori yang dihasilkan oleh briket kulit duren itu bisa mencapai 3000 kalori, cuma setengah dari kalori yang bisa dihasilkan dari briket arang tempurung kelapa.

Dengan ini kita bisa membantu mengatasi permasalahan bahan bakar yang sekarang ini semakin sulit kita dapatkan, karena yang namanya bahan bakar minyak (BBM) itu tidak bisa diperbaharui, jadi akan semakin berkurang. Nah, salah satu caranya, kita bisa memanfaatkan bahan alami di sekitar kita yang berpotensi untuk bisa dijadikan sebagai bahan bakar.

Nah, begitulah kira-kira briket kulit duren ini bisa bermanfaat bagi Sobatika. Semoga bisa menambah wawasan, ya! Selamat mencoba, Sobatika!😉

*
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
*

-CONGRUENT GENERATION-

Bupati HIMASKA_Kaharuddin HSN. DM
Wakil Bupati HIMASKA_Sandi Purwanto

#HIMASKAFMIPAUNRI

#CONGRUENTGENERATION

#SIGMAHIMASKA

Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *