SIGMA – Hutan Yang Asri Adalah Solusi Atasi Kemiskinan

Hallo Sobatika! 👋
Apa kabarnya, Sobatika? Semoga dalam keadaan sehat yah. SIGMA kali ini kita akan membahas mengenai Hutan yang selama ini dibabat dengan alasan mengentaskan kemiskinan. Padahal menurut ilmuwan, hutan yang asri memiliki potensi ekonomi raksasa bagi penduduk miskin, meski belum sepenuhnya dipahami, terlebih dimanfaatkan. Yuk, Simak Selengkapnya!

Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama resesi ekonomi akibat pandemi. Namun wabah corona juga membantu mengurangi penetrasi manusia terhadap alam, demikian kesimpulan sebuah laporan yang disusun lebih dari 20 ilmuwan.

Salah satu cara mengendurkan tekanan itu dan mengentaskan kemiskinan adalah dengan mengakui dan mengoptimalkan peran kritis hutan dan pohon sebagai sekutu utama dalam memerangi kemiskinan.

Para ilmuwan mencatat, lebih dari 1,6 miliar manusia hidup dalam jarak 5 kilometer dari hutan, termasuk 250 juta penduduk paling miskin di dunia, yang seringkali bergantung hidup dari hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat-obatan dan sumber energi. Di banyak negara tropis, hutan menyumbang 20-25% terhadap pemasukan penduduk lokal, setara dengan sektor pertanian.

Hutan, menurut Johan Oldekop, Guru Besar di University of Manchester, merupakan jaminan keamanan bagi penduduk dalam mengelola risiko ekonomi dan iklim. Hasil hutan bisa memenuhi separuh kebutuhan dasar penduduk miskin.

Namun mereka yang paling miskin justru mendapatkan jatah paling sedikit dari industrialisasi hutan, lantaran ketiadaan hak tanah atau minimnya hak bersuara dalam menentukan bagaimana hutan digunakan, keluh Oldekop.

Komunitas-komunitas ini menggantungkan hidup dari hasil hutan dan sering tidak dilibatkan dalam proses pembahasan. Hal ini dibutuhkan untuk bisa mengelola hutan secara berkelanjutan di seluruh dunia. Dalam banyak kasus, penduduk lokal yang harus menanggung beban kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri, atau hilangnya hak memasuki kawasan yang dilindungi.

Ilmu pengetahuan belum mampu menawarkan “satu solusi pamungkas” untuk semua negara. Namun begitu para ilmuwan menemukan sejumlah konsep yang sudah teruji mampu mengurangi kemiskinan dengan mengandalkan hutan.

Sejauh ini belum ada penelitian mengenai dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap hutan dan kelangsungan hidup masyarakat lokal, klaim studi. Namun, Pandemi ini adalah ancaman eksistensial bagi kelangsungan hidup mereka.
.
Sumber:  DW.com
.
Gimana nih, Sobatika? Semakin menarik bukan, SIGMA kali ini. Pantengin terus sosial media HIMASKA ya, Sobatika!
Pastikan kamu tidak ketinggalan informasi yang menarik, akurat, dan menambah wawasan.
.
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
.
—PARTITION GENERATION—
.
##HIMASKAFMIPAUNRI
##PARTITIONGENERATION
##SIGMAHIMASKA
.
Bupati HIMASKA : Ridho Dwi Saputra
Wakil Bupati HIMASKA : M. Irvan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *