SIGMA – John Nash, Ilmuwan yang Suka Halu Tapi Menang Nobel

Hallo Sobatika! 👋
Happy Weekend, Sobatika! Apa kabarnya nih? Semoga dalam keadaan baik yah. SIGMA HIMASKA kali ini akan mengulas tentang salah satu Ilmuwan Matematika yang suka halu, tapi pernah memenangkan Nobel lho, Sobatika! Yuk simak selengkapnya!

Alkisah, hiduplah seorang ilmuwan matematika yang mengidap skizofrenia dan berhasil memenangkan Nobel. Ini bukan dongeng, melainkan kisah nyata John Forbes Nash.

John Nash merupakan ilmuwan peraih gelar doktoral dari Princeton University. Ia dijuluki sebagai orang yang memiliki bakat alami dalam bidang matematika dan disegani. Kegemarannya adalah membaca, bermain catur dan ia sering bersiul. Ia memiliki istri cantik yang merupakan ilmuwan juga yakni Alicia Larde.

Pintar dan dikagumi banyak orang, nasib Nash mulai berubah ketika mengembangkan gejala skizofrenia pada akhir 1950-an. Kala itu usianya sekitar 30 tahun.

Dia mulai menunjukkan perilaku aneh dan mengalami paranoia dan delusi sebagaimana mengutip New York Post. Selama beberapa dekade berikutnya, ia dirawat di rumah sakit beberapa kali, dan berhenti-pakai untuk pengobatan menggunakan obat antipsikotik.

Nash disuntik dengan insulin, pernah juga melarikan diri untuk sementara waktu ke Eropa. Selama bertahun-tahun ia menjelajahi kampus Princeton sembari mencoret-coret formula yang tidak dapat dimengerti di papan tulis yang sama di Fine Hall. Ujian bertambah ketika ia harus mengalami perceraian.

Melawan skizofrenia dan teman-teman khayalannya bukan hal mudah dan menginspirasi pembuatan film 'A Beautiful Mind' dimana terungkap bahwa dia punya banyak teman khayalan. Nash mengalami perubahan pada awal tahun 1990-an.

"Saya lepas dari pemikiran irasional, pada akhirnya, tanpa obat selain perubahan hormon alami akibat penuaan," tulis Nash dalam email ke Dr Kuhn, koleganya, pada tahun 1996.

Ambisinya untuk membuktikan bahwa matematika bukan sekadar angka melainkan bisa membantu segala bidang pada akhirnya membawa John Nash menerima Nobel Memorial Prize in Economic Sciences tahun 1994.

Tak cuma memenangkan hadiah Nobel, ia juga memenangkan kembali hati Alicia Larde untuk menjadi tambatan hatinya.

"Saya pikir kontribusi matematika murni Nash ada pada level itu. Sangat, sangat sedikit makalah yang ia tulis tentang topik yang berbeda, tetapi sekalinya ada memiliki dampak yang luar biasa," Barry Mazur Professor of Mathematics di Harvard memuji Nash.

Sosok Nash yang dielu-elukan karena kepintarannya ini akhirnya mengembuskan napas terakhirnya akibat kecelakaan mobil yang menewaskan ia dan sang istri. Ilmuwan ini meninggal di umur 86 tahun (1928-2015) dan meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia sains.
.
Sumber:  detikinet
.
Gimana nih, Sobatika? Sangat menarik bukan kisah dari  John Nash.  Semoga artikel kali ini bisa membuka wawasan Sobatika tentang matematika. Pantengin terus sosial media HIMASKA ya, Sobatika! Pastikan kamu tidak ketinggalan informasi yang menarik, akurat, dan menambah wawasan.
.
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
.
—PARTITION GENERATION—
.
##HIMASKAFMIPAUNRI
##PARTITIONGENERATION
##SIGMAHIMASKA
.
Bupati HIMASKA : Ridho Dwi Saputra
Wakil Bupati HIMASKA : M. Irvan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *