Sigma | Matematikawan – Phytagoras

 

Hallo sobatika!
Pasti lagi nungguin SIGMA ya?😊 Nah, kali ini kita akan membahas seorang tokoh matematikawan, yaitu Phytagoras.
ㅤㅤ
Pythagoras (582 SM – 496 SM) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya dan dikenal sebagai pendiri sekolah filsafat yang bertahan hingga 200 tahun lamanya, serta berpengaruh kuat terhadap perkembangan pemikiran Yunani. Dikenal sebagai pula sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Phytagoras lahir di Pulau Samos, Ionia. Ia adalah anak dari seorang pedagang yang berasal dari Tyre, yaitu Mnesarchus.

 

Konon karena kecerdasan Phytagoras yang luar biasa, para imam di Mesir merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Tidak hanya sampai di situ, ia juga berkelana mencari ilmu di tempat perguruan yang lain, salah satunya kepada para imam di Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri. Di Babylon, teristimewa, Phytagoras menjalin hubungan dengan ahli-ahli matematika.
ㅤㅤ
Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.
ㅤㅤ
Penemuan lain oleh Phytagoras mengenai bilangan bersahabat dan bilangan sempurna. Bilangan bersahabat adalah hubungan antara dua bilangan dimana bilangan pertama memiliki jumlah faktor murni dari bilangan ke dua, sementara bilangan kedua sama dengan jumlah faktor murni bilangan pertama. Untuk bilangan sempurna dinyatakan sebagai suatu bilangan yang memiliki faktor prima yang jumlahnya adalah bilangan itu sendiri. Contoh bilangan sempurna 6, yang memiliki faktor prima 1, 2, 3 dan jika dijumlahkan 1+2+3 = 6.

 
Pengikut Phytagoras dikenal sebagai fanatik terhadap bilangan. Bahkan suatu pernyataan mereka secara filsafat menyatakan bahwa ‘alam semesta ini adalah bilangan’. Di bidang geometri terkenal dengan pembagian bangun geometri menjadi tetrahedron, kubus, dan dodecahedron. Meskipun begitu mereka telah mengenal segilima beraturan.
Sekian dulu ya pembahasan tentang Bapak Bilangan kita. Sampai jumpa di malam minggu selanjutnya Sobatika!
Jadi tetap kepo-in SIGMA ya!👋
[Sumber : miftah_smart dan Filsafat Ilmu Pendidikan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *