SIGMA | MATH FACT – Sejarah Simbol Akar

•SIGMA | MATH FACT•
.
[27 Oktober 2018]
.
Assalamualaikum Wr. Wb
.
Hallo sobatika!
Selamat bertemu kembali dengan SIGMA di setiap malam minggu. 😊 Nah, kali ini kita akan bahas fakta yang menarik tentang sejarah salah satu simbol di matematika. Kira-kira simbol apa ya yang akan kita bahas pada malam ini? Kuy kita kepoin!
Sejarah Simbol Akar

Matematika adalah ilmu yang sulit untuk dikomunikasikan karena terbentur dengan simbol – simbol, bersifat abstrak, serta mi skin komunikasi terutama komunikasi lisan. Dalam  matematika akar sering digunakan tetapi kita sering tidak mengetahui asal mula terciptanya akar itu yang mengakibatkan orang beranggapan bahwa matematika itu terlalu banyak tanda atau simbol dan sulit untuk dimengerti.

Simbol akar ditemukan oleh seorang matematikawan bernama Christoff Rudolff. Beliau pertama kali menggunakan simbol akar untuk  akar kuadrat. Dia berpendapat bahwa menggunakan istilah lato (artinya sisi) yang terkadang diartikan dengan akar karena sisi tersebut tidak diketahui panjangnya. Istilah ini kemudian diambil untuk menghitung panjang sisi dari suatu bujur sangkar dan bilangan kuadrat yang disebut lato cubico. Dengan menggunakan simbol (R.), artinya radix.

Tanda akar tanpa tanda yang lain menunjukkan akar pangkat 2. Tanda ini diperkenalkan pada tahun 1220 oleh seorang bangsa Italia yang bernama Leonardo da Pisa. Tanda RX ini merupakan kepanjangan dari kata radix, bahasa Latin yang berarti akar. Untuk bilangan-bilangan kuadrat yang kita cari akarnya akan dihasilkan bilangan yang mudah. Tetapi diluar bilangan itu akan dihasilkan suatu bilangan yang dinamai bilangan maya atau bilangan irrasional.

Untuk akar pangkat 3, tanda pangkat 3 harus dituliskan tepat di atas tanda akar.
karena simbol (R.), artinya radix mirip dengan simbol universal yang biasa digunakan dokter dalam menulis resep. Oleh karena itu, Christoff kemudian menggantinya dengan simbol R.q. (radice quarata), sehingga akar kuadrat untuk 2 ditulis dengan notasi R.q.2 dan akar kubik untuk 2 ditulis dengan notasi R.c. 2 (radice cubica).

Menulis notasi akar dengan R.q. atau R.c. ternyata merepotkan dan tidak praktis sehingga dibuat dengan menuliskan dalam bentuk r (huruf r kecil). Apa yang terjadi kemudian? Penulisan notasi dengan r ini, jika ditulis oleh tangan. Lama kelamaan huruf r kecil yang beragam ini diberi bentuk baku yaitu bentuk seperti yang kita kenal sekarang ini, √ (akar). Simbol tersebut ia pilih karena mirip dengan huruf " r " yang diambil dari kata radix, bahasa latin untuk akar pangkat dua. (Sumber: Finite Mathematics and Its Applications,1994). Simbol ini digunakan pertama kali di perancis
Di aritmatika, akar adalah nomor digunakan untuk membangun nomor lain dengan perkalian berulang. Kata Akar juga digunakan dalam matematika fungsi untuk menunjukkan nilai yang akan menghasilkan nol untuk fungsi. Kegunaan dari akar itu sendiri diantaranya kita dapat menemukan nilai dari rumus Pyhtagoras dengan menggunakan akar untuk menemukan nilai sisi salah satunya yang belum di ketahui.
Wah... Sangat menarik ya sobatika. Untuk ingin tau fakta menarik tentang matematika selanjutnya, tetap pantau di SIGMA ya. Sampai ketemu di malam minggu selanjutnya sobatika!!😊
[Sumber : http://dianasr554.blogspot.com]
*
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
*
.
-CONVERGENT GENERATION-
Ketua Umum_Ervino Kurnia Bagaskara
Wakil Ketua Umum_Medtrio Doyo
.
#HIMASKAFMIPAUR
#CONVERGENTGENERATION
------------------------------------------
Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_ur
Twitter: @himaska_ur
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UR
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *