SIGMA | MATH INFO – DYSCALCULIA

Hallo sobatika!
Selamat bertemu kembali dengan SIGMA di setiap malam minggu. 😊 Nah, kali ini kita akan bahas informasi yang menarik mengenai dunia matematika. Mau tau? Kuy kepoin SIGMA kali ini!
Dyscalculia adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan Dyscalculia sering mengalami kesulitan memecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika. Dyscalculia adalah ketidakmampuan seorang anak dalam menyerap konsep aritmatika. Aturan yang digunakan untuk pendidikan khusus Dyscalculia beragam dari negara ke negara. Pada awal penilaiannya, siswa akan mengalami kesulitan yang terlihat signifikan dalam aritmatika, lalu baru dapat ditegakkan diagnosisnya dengan melalui serangkain tes, sebelum pada akhirnya akan diberikan pengajaran khusus. Siswa dengan gejala Dyscalculia ini sulit di diagnosis terutama mereka yang bersekolah di sekolah-sekolah Negeri, dikarenakan lemahnya standar pengukuran kerangka kerjadan kriteria.Sebagian besar, orang yang mengalami Dyscalculia atau kesulitan dalam Matematika mempunyai kesulitan dalam proses visual. Pada beberapa kasus, pada bagian pemrosesan dan pengurutan, matematika memerlukan seperangkat prosedur yang harus diikuti dalam pola yang urut, hal ini juga berkaitan dengan kurangnya memory (memory deficits). Mereka yang mengalami kesulitan mengingat benda-benda/angka, akan mengalami kesulitan mengingat urutan operasi (order of operations) yang harus diikuti atau langkah-langkah pengurutan tertentu yang harus diambil untuk memecahkan soal-soal matematika. Dyscalculia dikenal juga dengan istilah “math difficulty” karena menyangkut gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis. Kesulitan ini dapat ditinjau secara kuantitatif yang terbagi menjadi bentuk kesulitan berhitung (counting) dan mengkalkulasi (calculating). Anak yang bersangkutan akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dan mengerjakan tugas yang melibatkan angka ataupun simbol matematis.

Dyscalculia awalnya diidentifikasi, dalam studi kasus, dengan pasien yang menderita ketidakmampuan dalam aritmatika tertentu sebagai akibat kerusakan daerah tertentu dari otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dyscalculia dapat juga terjadi dengan perkembangan, bisa terhubung secara genetis yang mempengaruhi ketidakmampuan seseorang untuk memahami, mengingat, atau memanipulasi fakta angka atau nomor (misalnya, tabel perkalian). Istilah ini sering digunakan pada ketidakmampuan untuk melakukan operasi aritmatika, tetapi juga ditentukan oleh beberapa ahli pendidikan dan psikolog kognitif yang lebih fundamental sebagai ketidakmampuan untuk mengonsep nomor sebagai konsep- konsep abstrak kuantitas komparatif (defisit dalam “arti angka”). Definisi dyscalculia kadang- kadang lebih suka menggunakan istilah teknis “Disability Arithmetic” (AD) untuk merujuk pada perhitungan dan memori yang defisit.
[Sumber : http://fitriadi-mahmud.blogspot.com/2013/11/dyscalculia.html?m=1]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *