SIGMA | MATH INFO – KUNCI MISTERI ALAM SEMESTA

Hallo sobatika! Selamat bertemu kembali dengan SIGMA di setiap malam minggu. 😊 Nah, kali ini kita akan bahas informasi yang menarik mengenai dunia matematika. Mau tau? Kuy kepoin SIGMA kali ini! Seorang remaja Australia membuat terobosan baru dalam dunia matematika. Si remaja mengembangkan rumus matematika yang bisa menjadi kunci untuk membongkar misteri alam semesta.Pada usia 17 tahun, Ivan Zelich, si remaja asal Brisbane, Australia, mengerjakan teorema matematika yang dapat digunakan untuk mengkalkulasi jawaban lebih cepat dari komputer. Bahkan, teorema itu mampu mengembangkan pengetahuan manusia tentang alam semesta dan penjelajahan antar-galaksi. Remaja cerdas yang kabarnya memiliki IQ sekitar 180, memang sejak kecil dikenal amat pandai. Di usia dua bulan, ia sudah membuat kedua orangtuanya tercengang. Betapa tidak, Zelich sudah bisa berbicara di usia yang amat belia. Setelah enam bulan melakukan riset bersama temannya yang ia kenal di forum matematika online, Xuming Liang, remaja 17 tahun asal San Diego, Amerika Serikat, keduanya mengembangkan teorema yang mereka namakan Teorema Liang Zelich. Zelich dan Xuming ternyata menemukan chemistry di antara mereka berdua. Karena perbedaan waktu antara Amerika Serikat dan Australia, mereka saling bahu membahu, berbagi tugas. Xuming akan meneruskan pekerjaan saat Zelich beristirahat di malam hari. Zelich masih duduk di bangku kelas 12 sekolah grammar di Brisbane. Waktu belajar di sekolah yang memakan hingga enam jam membuat ia kekurangan waktu untuk menggarap proyeknya bersama Xuming. Bahkan, ia sulit mendapat nilai tinggi di sekolah karena penelitiannya membutuhkan lebih banyak perhatian. Sejak usia 14 tahun, Zelich sudah ditawari kuliah di University of Queensland karena kecerdasannya yang luar biasa. Namun, sang ibu lebih menghendaki putranya menjalani masa SMA layaknya anak-anak seusianya sekaligus untuk menikmati masa mudanya.
Remaja yang sudah belajar angka negatif di usia tiga tahun ini bermimpi suatu hari bisa menemukan teori untuk segalanya. Ia juga berharap bisa memahami kerja otak supaya bisa meningkatkan kinerja otaknya sendiri, guna mengetahui jawaban dari misteri alam semesta.
Zelich pernah mempresentasikan teorinya di depan matematikawan terkenal dunia dalam sebuah konferensi di Washington DC, Amerika Serikat. Di situ, Zelich mendapat banyak masukan yang belum terpikirkan olehnya sebelumnya. "Teorema ini akan berkontribusi bagi pemahaman kita terhadap perjalanan antar-galaksi karena rangkaian teori memprediksikan adanya jalan pintas di luar angkasa, atau yang disebut dengan 'lubang cacing' untuk mempersingkat jarak ruang dan waktu," kata Zelich. Remaja yang juga juara renang, jago bermain piano, catur, dan berbicara dalam enam bahasa ini sudah mendapat banyak sekali penghargaan. Salah satunya adalah Peter Dougherty Award, penghargaan bergengsi bagi orang-orang yang jenius dalam bidang matematika. Pada tahun 2014, Zelich menerima ucapan selamat dalam bentuk amplop emas dari Perdana Menteri Australia atas prestasinya dalam bidang matematika. Setelah lulus SMA tahun depan, Zelich mengincar posisi di beberapa perguruan tinggi terkenal dunia seperti Massachusetts Institute of Technology, Harvard University, California University of Technology, dan beberapa perguruan tinggi bergengsi Australia. Para akademisi memprediksi, Zelich kelak akan mengubah masa depan matematika. [Sumber : suara.com]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *