SIGMA-Matriks dalam Matematika Berasal dari Kata “Rahim”

Hallo Sobatika!
Selamat bertemu kembali dengan SIGMA di setiap malam minggu. Nah, kali ini kita akan membahas tentang Matriks! Kira-kira gimana ya? Pasti penasaran kan? Tunggu apalagi, yuk kita kepoin!!

Dalam bidang matematika, istilah matriks berarti susunan sekumpulan bilangan, simbol, atau ekspresi yang diatur berdasarkan baris dan kolom dan ditempatkan pada kurung biasa atau kurung siku sehingga membentuk suatu bangun persegi.

Dikutip dari situs pengertianahli.id:
Setiap bilangan pada matriks disebut elemen (unsur) matriks. Kumpulan elemen yang tersusun secara horizontal disebut baris, sedangkan kumpulan elemen yang tersusun secara vertikal disebut kolom. Suatu matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m x n dan disebut sebagai matriks yang memiliki orde m x n. Penulisan matriks menggunakan huruf kapital dan tebal.

Penggunaan matriks dalam matematika sebenarnya punya sejarah panjang, khususnya untuk penyelesaian persamaan linear, namun matriks disebut dengan istilah “array” hingga tahun 1800-an. Contoh penggunaan array pertama kali dapat ditemukan di teks Cina berjudul Jiǔzhāng Suànshù (The Nine Chapters on the Mathematical Art ) yang ditulis sekitar abad 10-2 SM, dalam teks tersebut tertulis tentang metode penyelesaian sistem persamaan linear dan juga konsep determinan.

Pada tahun 1545 matematikawan Italia Gerolamo Cardano menyebarkan metode tersebut ke Eropa saat ia mempublikasikan Ars Magna. Matematikawan Seki (1642-1708) menggunakan metode array yang sama untuk menyelesaikan sistem persamaan linear.

Matematikawan Belanda Jan de Witt (1625-1672) menunjukkan transformasi menggunakan array, pada buku yang ia tulis pada tahun 1659 berjudul Elements of Curves. Antara tahun 1700 hingga 1710 Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) mempublikasikan penggunaan array untuk mencatat informasi atau solusi dan berkeksperimen dengan 50 sistem array yang berbeda-beda. Gabriel Cramer (1704-1752) mengemukakan Aturan Cramer atau Cramer’s rule pada tahun 1750.

Istilah matriks berasal dari bahasa Latin matrix yang berarti “rahim”, dimana kata matrix sendiri berakar dari kata Latin mater yang berarti “ibu”.

Istilah matriks dalam bidang matematika pertama kali dipopulerkan oleh matematikawan Inggris James Joseph Sylvester (1814-1897) pada tahun 1850. Ia memahami sebuah matriks sebagai sebuah obyek yang “melahirkan” beberapa determinan yang sekarang disebut dengan istilah minor. Minor matriks adalah determinan matriks yang diperoleh dengan cara menghilangkan elemen pada baris tertentu dan elemen pada kolom tertentu. Pada sebuah paper yang ditulis pada tahun 1851, Sylvester menjelaskan:
“I have in previous papers defined a "Matrix" as a rectangular array of terms, out of which different systems of determinants may be engendered as from the womb of a common parent.”

Nah, begitulah kira-kira penggunaan matriks dalam Matematika. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi Sobatika. Semoga bisa menambah wawasan, ya!

*
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
*

-CONGRUENT GENERATION-

Bupati HIMASKA_Kaharuddin HSN. DM
Wakil Bupati HIMASKA_Sandi Purwanto

#HIMASKAFMIPAUNRI

#CONGRUENTGENERATION

#SIGMAHIMASKA

Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *