SIGMA – Sampah APD Dinilai Jadi Ancaman Pencemaran Lingkungan

Hallo Sobatika! 👋
Bagaimana kabarnya, nih! Semoga sehat selalu dan tetap semangat menjalani Era New Normal ini yah 😊

Mengenai New Normal, Kali ini kita akan membahas Sampah APD Dinilai Jadi Ancaman Pencemaran Lingkungan. Yuk simak selengkapnya!

Sampah alat pelindung diri (APD) seperti masker perlu diolah secara khusus karena sulit terurai secara alami. Masker kain yang karakternya mirip dengan baju itu lebih sulit terurai. Yang relatif agak sedikit terurai lebih cepat itu sebenarnya sampah masker medis

Masker medis yang memiliki lapisan kapas akan cepat hancur di alam, tetapi jika menggunakan polimer berbahan plastik maka penguraian secara alami akan relatif lebih lama. Bukan tidak mungkin bisa menjadi sumber mikroplastik yang baru.

Selain itu, dengan bertambahnya penggunaan masker berbahan kain, seperti polyster, maka ada risiko munculnya sumber mikroplastik dari benang-benang tersebut.

Tim peneliti sampah LIPI melakukan studi di dua muara sungai di Jakarta selama pandemi Covid-19, yaitu Cilincing dan Marunda, tempat di mana mereka melakukan penelitian jenis sampah pada 2016. Mereka menemukan sampah APD, seperti masker, pelindung wajah, dan bahkan baju pelindung dalam jumlah signifikan di kedua lokasi itu. Dari sebelumnya nihil pada Maret-April 2016 naik menjadi 16 persen saat periode yang sama pada 2020.

Sampah APD dapat memberikan tekanan tambahan terhadap ekosistem lingkungan hidup.
Yang jadi masalah berikutnya adalah ketika mikroplastiknya lebih banyak dan kemudian ditambah logam berat yang cukup tinggi, mikroplastik itu bisa berasosiasi positif dengan logam berat yang ada.

Jika mikroplastik dari sampah masker dimakan ikan dan terdapat mikroba patogen, ada risiko manusia memakan ikan yang sudah memiliki patogen dan logam berat.

Pentingnya sampah APD, seperti masker kain dan bedah yang dipakai masyarakat untuk beraktivitas, dikelola secara khusus dan tidak dibuang langsung. Hal itu sesuai dengan edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

Selain mengatur limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, edaran itu juga menyebutkan pentingnya limbah rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP), seperti masker dan baju pelindung, yang harus dikumpulkan dalam wadah tertutup dan dipisahkan dari sampah lain untuk dimusnahkan di fasilitas pengolahan limbah B3. Masker yang digunakan orang sehat, setelah digunakan harus dipotong dan dikemas dengan rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah.

Nah, Sobatika! Sebelum dibuang ke tempat sampah, kita dapat memilah dan didisinfeksi sederhana terhadap bekas APD. Yuk, tetap jaga kebersihan dan meminimalisir penggunaan sampah 😊.
.
Sumber: merdeka.com
.
Gimana nih, Sobatika? Semakin menarik bukan, SIGMA kali ini. Pantengin terus sosial media HIMASKA ya, Sobatika!
Pastikan kamu tidak ketinggalan informasi yang menarik, akurat, dan menambah wawasan.
.
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
.
—PARTITION GENERATION—
.
##HIMASKAFMIPAUNRI
##PARTITIONGENERATION
##SIGMAHIMASKA
.
Bupati HIMASKA : Ridho Dwi Saputra
Wakil Bupati HIMASKA : M. Irvan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *