Tindakan Represif Memakan Korban, Aliansi Riau Menggugat Tuntut DPRD Provinsi Riau

Pekanbaru (26/05/2019) - Usai aksi yang terlaksana pada Selasa (22/05/2019) lalu di Jakarta terkait tragedi kemanusiaan yang menelan 583 nyawa petugas KPPS belum memberikan solusi pasti, kini menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat Indonesia. Pasalnya, beredar video viral aparat penegak hukum yang menggunakan senjata api untuk membubarkan massa demonstrasi. Hal ini mengakibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia membatasi penggunaan media sosial selama beberapa hari.

Dilansir dari Tempo.co, Anies Baswedan mengungkapkan jumlah korban akibat kerusuhan pada 22 Mei 2019 adalah delapan orang berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta per Rabu (23/05/2019) pukul 11.00 WIB. Sedangkan korban luka-luka mencapai angka 737 orang.

Oleh sebab itu, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Riau Menggugat yang dikomandoi oleh BEM Universitas Riau bersama Gerakan Rakyat Berdaulat datangi kantor DPRD Provinsi Riau pada Jumat (24/05/2019) siang. Massa aksi terdiri dari BEM UNRI, BEM FEKONSOS UIN Suska Riau, Emak-Emak Militan, Pejuang Pencari Nafkah, dan Gerakan Rakyat Berdaulat menutut tindakan represif aparat keamanan yang seharusnya memberikan perlindungan malah mengakibatkan jatuhnya korban. Aksi diawali dengan penjemputan massa aksi selingkungan Universitas Riau kemudian langsung menuju Kantor DPRD Provinsi Riau.

Juni Saputra selaku Menteri Sosial Politik (Mensospol) BEM UNRI sekaligus Koordinator lapangan aksi ini sampaikan kekecewaannya terhadap aparat penegak hukum sebagai pembela rakyat. Namun nyatanya, senjata api digunakan sebagai penembak rakyat.

Ade selaku Sekretaris Kementerian Sosial Politik (Sekmen Sospol) BEM UNRI turut menyampaikan orasi. "Kami disini bukan pendukung 01 ataupun 02. Kami berdiri disini karena ditunggangi. Ditunggangi 03, yaitu Persatuan Indonesia," ujarnya lantang.

Sekitar pukul setengah empat, setelah dilakukannya negoisasi dengan pihak pemerintah, akhirnya massa aksi diperbolehkan masuk ke halaman DPRD untuk melaksanakan shalat Ashar, namun dengan syarat harus tertib dan aman. Sementara itu, 15 orang perwakilan mahasiswa dan masyarakat Riau masuk ke ruang Paripurna untuk diskusi terkait permasalahan ini.

Usai diskusi dilaksanakan, Syafrul Ardi selaku Presiden Mahasiswa BEM UNRI bersama Gerakan Rakyat Berdaulat menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap terkait tragedi pasca pemilu 17 April 2019 lalu yang memakan korban yang tidak sedikit.

Berikut ini isi pernyataan sikap Aliansi Riau Menggugat, GMMK, dan Barisan Emak-Emak Militan tersebut.

  1. Menolak segala bentuk tindakan pemecah belah rakyat Indonesia setelah berakhirnya pemilu serentak 17 April 2019.
  2. Mengecam tindakan pembungkaman demokrasi yang dilakukan oleh pemerintah.
  3. Mengecam dengan keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat.
  4. Menuntut DPRD Riau untuk mendesak DPR RI membentuk tim pansus untuk menyelidiki tindakan represif yang terindikasi dilakukan oleh penegak hukum dan provokator yang terjadi saat aksi damai 21 Mei 2019.
  5. Menuntut DPRD Riau untuk mendesak DPR RI membentuk tim independen untuk menyelidiki kematian petugas KPPS.
  6. Menuntut Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia untuk membuka kembali akses media sosial dan menindak tegas penyebar berita hoaks.
  7. Mendorong pemerintah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia.

Selain itu, pihak DPRD Riau mengapresiasi mahasiswa dan masyarakat karena aksi terlaksana dengan tertib, aman, dan tidak mengganggu pengguna jalan meskipun aksi ini terbilang padat. "DPRD selalu terbuka untuk masyarakat Riau untuk menyampaikan aspirasinya, asalkan tertib, aman, dan tidak ada kericuhan," ujar salah satu perwakilan DPRD Riau.

Aksi diakhiri dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa dan Mars Mahasiswa yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa BEM UNRI dengan diikuti oleh massa aksi. (ZFM)

*
HIMASKA?
Selalu Solid untuk Matematika Jaya!
*

-CONGRUENT GENERATION-

Bupati HIMASKA_Kaharuddin HSN. DM
Wakil Bupati HIMASKA_Sandi Purwanto

#HIMASKAFMIPAUNRI

#CONGRUENTGENERATION

#PressRelease

Line: @asr3905b
Instagram: @himaska_unri
Twitter: @himaska_unri
Facebook & Youtube: HIMASKA FMIPA UNRI
Website : himaskaur.org

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *